Menurut Pengamat Tentang Peluncuran Program 3G (Gampang Sekolah) di Kota Tangerang Setelah Pelantikan Sachrudin – Maryono

TANGERANG, tangrayanews.com
Pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Sosial (Dinsos), meluncurkan program Gampang Sekolah yang merupakan bagian dari realisasi program 3G, visi-misi besar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Periode 2025-2030, Sachrudin-Maryono.
Wali Kota Sachrudin menjelaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar bantuan sosial, tetapi juga bertujuan jangka panjang untuk mencerdaskan bangsa, mengurangi angka kemiskinan, dan menyejahterakan masyarakat.
“Pendidikan yang berkualitas hingga jenjang perguruan tinggi akan membuka peluang kerja yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup,” ungkap Sachrudin saat menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Biaya Pendidikan untuk 312 mahasiswa kurang mampu pada Tahun Anggaran 2025, bersamaan dengan kegiatan Pengajian Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Senin (3/3/2025).
Memed Chumaedy, dosen dan pengamat kebijakan publik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, memberikan pandangan optimis terhadap Program 3G, yang mencakup Gampang Sembako, Gampang Sekolah, dan Gampang Kerja. Dirinya berharap agar program ini dapat direalisasikan dengan baik sehingga masyarakat Kota Tangerang dapat merasakan manfaatnya.
Menurut Memed Chumaedy, program ini adalah langkah positif yang perlu diapresiasi, terutama jika dapat direalisasikan dengan baik. “Program ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya menjawab harapan dan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan warganya,” kata Memed, Rabu (5/3/2025).
Memed menilai bahwa Program 3G merupakan respons yang tepat terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Gampang Sembako memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sementara Gampang Sekolah memastikan bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh semua anak, tanpa terkecuali. Gampang Kerja berfokus pada peningkatan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja, yang sangat penting dalam mengurangi angka pengangguran.
“Program ini sudah ada sejak Sachrudin menjabat sebagai wakil wali kota, dan sekarang tinggal melanjutkan serta menyempurnakan. Ini adalah harapan masyarakat yang sangat nyata,” ungkap Memed. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
**Gampang Sembako: Akses yang Lebih Mudah**
Program Gampang Sembako bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Memed menekankan pentingnya aksesibilitas dalam program ini, agar masyarakat tidak hanya mendapatkan sembako dengan harga terjangkau, tetapi juga dengan kualitas yang baik. Hal ini menjadi harapan bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang ada.
**Gampang Sekolah: Pendidikan yang Terjangkau**
Memed menggarisbawahi bahwa program Gampang Sekolah sudah dimulai saat Sachrudin menjabat sebagai wakil wali kota. Ia menekankan pentingnya program ini untuk sejalan dengan kebijakan provinsi, terutama dalam hal pendidikan. Menurutnya, pendidikan harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa adanya dikotomisasi antara sekolah negeri dan swasta. Pemerintah Kota Tangerang telah berupaya untuk menghilangkan batasan tersebut dengan memberikan dukungan finansial kepada siswa di sekolah swasta, sehingga semua anak dapat menikmati pendidikan yang layak.
Program Gampang Kerja: Tantangan dan Harapan untuk Meningkatkan Lapangan Kerja di Kota Tangerang**
Program Gampang Kerja menjadi tantangan tersendiri, mengingat ini merupakan program yang bersifat nasional, namun penerapannya di lapangan tidaklah mudah.
Memed Chumaedy, dosen dan pengamat kebijakan publik dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, menyatakan bahwa pemerintah Kota Tangerang perlu aktif dalam menarik investasi untuk menciptakan lapangan kerja.
“Tidak mudah juga mengaplikasikan hal tersebut menurut saya. Ya bagaimana pemerintah kota Tangerang memberikan peluang kepada investor-investor supaya bisa masuk ke kota Tangerang,” kata Memed.
Memed menekankan pentingnya menciptakan iklim yang kondusif bagi para investor agar mau menanamkan modalnya di kota ini. Dengan masuknya investasi, diharapkan akan ada peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat. Ia percaya bahwa jika ketiga program 3G (Gampang Sembako, Gampang Sekolah, dan Gampang Kerja) dapat dioptimalkan dalam waktu 100 hari kerja atau satu tahun, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi masyarakat.
Namun, Memed juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan para investor. “Yang terpenting adalah bagaimana realisasi program ini dapat berjalan dengan baik. Kita perlu melihat implementasinya di lapangan dan memastikan bahwa semua elemen masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Tetapi mohon maaf, kalau tidak terealisasi hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat terhadap kepemimpinan Sachrudin-Maryono,” tutup Memed.
**Gampang Sembako: Akses yang Lebih Mudah**
Program Gampang Sembako bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Memed menekankan pentingnya aksesibilitas dalam program ini, agar masyarakat tidak hanya mendapatkan sembako dengan harga terjangkau, tetapi juga dengan kualitas yang baik. Hal ini menjadi harapan bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang ada.
**Gampang Sekolah: Pendidikan yang Terjangkau**
Memed menggarisbawahi bahwa program Gampang Sekolah sudah dimulai saat Sachrudin menjabat sebagai wakil wali kota. Ia menekankan pentingnya program ini untuk sejalan dengan kebijakan provinsi, terutama dalam hal pendidikan. Menurutnya, pendidikan harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa adanya dikotomisasi antara sekolah negeri dan swasta. Pemerintah Kota Tangerang telah berupaya untuk menghilangkan batasan tersebut dengan memberikan dukungan finansial kepada siswa di sekolah swasta, sehingga semua anak dapat menikmati pendidikan yang layak.
**Gampang Kerja: Mendorong Investasi**
Program Gampang Kerja menjadi tantangan tersendiri, mengingat ini merupakan program yang bersifat nasional, namun penerapannya di lapangan tidaklah mudah. Memed berpendapat bahwa untuk menciptakan lapangan kerja, pemerintah Kota Tangerang perlu aktif dalam menarik investasi. Ia menekankan pentingnya menciptakan iklim yang kondusif bagi para investor agar mau menanamkan modalnya di kota ini. Dengan masuknya investasi, diharapkan akan ada peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.
Memed percaya bahwa jika ketiga program ini dapat dioptimalkan dalam waktu 100 hari kerja atau satu tahun, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan baik dengan para investor.
“Yang terpenting adalah bagaimana realisasi program ini dapat berjalan dengan baik. Kita perlu melihat implementasinya di lapangan dan memastikan bahwa semua elemen masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Tetapi mohon maaf, kalau tidak terealisasi hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan masyarakat terhadap kepemimpinan Sachrudin-Maryono,” tutup Memed.(ADV)