Rayakan Hari Jadi ke-336, Christian Lois: Klenteng Boen San Bio Bukti Nyata Kebersamaan Keberagaman adalah Kekuatan

TANGERANG, tangrayanews.com
Kota Tangerang merayakan hari jadi ke-336 Klenteng Boen San Bio dengan penuh kemeriahan dan makna. Perayaan ini bukan hanya menjadi ajang ritual keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat. Salah satu tokoh yang hadir dalam acara ini adalah anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Christian Lois, yang menegaskan bahwa Klenteng Boen San Bio merupakan simbol penting dalam menjaga persatuan dan keberagaman di Kota Tangerang. Sabtu, (28/2/2025).
Klenteng Boen San Bio, yang juga dikenal sebagai Vihara Nimmala, memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1689 oleh seorang pedagang Tionghoa bernama Lim Tau Koen. Awalnya, bangunan klenteng ini sangat sederhana, hanya berbahan bambu dan beratapkan rumbia. Seiring berjalannya waktu, klenteng mengalami berbagai renovasi hingga menjadi bangunan megah yang berdiri kokoh saat ini.
Terletak di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, klenteng ini didedikasikan kepada Dewa Bumi (Khongco Hok Tek Tjeng Sin), yang diyakini sebagai pelindung dan pemberi keberkahan bagi umat yang datang beribadah. Dengan luas tanah sekitar 4.650 m², klenteng ini memiliki berbagai fasilitas, termasuk ruang pemujaan utama, aula, ruang pendidikan, serta Dhammasala.
Sebagai salah satu klenteng tertua di Banten, Boen San Bio tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan budaya, sosial, dan amal yang melibatkan berbagai komunitas lintas agama. Klenteng ini telah menjadi saksi perjalanan panjang Kota Tangerang dalam merawat keberagaman dan toleransi antarumat beragama.
Perayaan tahun ini berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari prosesi ritual keagamaan, pertunjukan seni budaya seperti barongsai, hingga kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas. Ratusan umat hadir sejak pagi untuk mengikuti rangkaian doa bersama dan upacara keagamaan yang dipimpin oleh para pemuka agama.
Christian Lois, dalam penyampaiannya, menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap peran Klenteng Boen San Bio dalam menjaga nilai-nilai luhur kebersamaan dan kerukunan di Kota Tangerang.
“Klenteng Boen San Bio bukan hanya tempat ibadah bagi umat Tionghoa, tetapi juga simbol persatuan dan keberagaman di Kota Tangerang. Selama lebih dari tiga abad, tempat ini telah menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dalam keberagaman adalah kekuatan kita,” ujar Christian Lois.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan klenteng ini menjadi bukti bahwa harmoni dapat terus terjaga jika setiap individu memiliki rasa saling menghormati dan menghargai.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas peringatan 336 tahun Klenteng Boen San Bio. Semoga klenteng ini terus menjadi tempat yang memberikan ketenangan, kebijaksanaan, dan semangat persaudaraan bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Klenteng Boen San Bio Sebagai Destinasi Wisata Religi
Selain sebagai tempat ibadah, Klenteng Boen San Bio juga telah menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah. Arsitektur khas Tionghoa yang megah, ornamen-ornamen klasik yang menghiasi bangunan, serta suasana sakral yang terasa begitu kental menjadikan klenteng ini sebagai salah satu ikon budaya Kota Tangerang.
Pengunjung yang datang ke klenteng ini tidak hanya umat yang ingin beribadah, tetapi juga wisatawan yang tertarik dengan nilai historis dan budaya yang masih terjaga dengan baik di tempat ini. Keindahan dan nilai sejarah klenteng ini menjadikannya sebagai salah satu cagar budaya yang patut dijaga dan dilestarikan.
Perayaan ulang tahun ke-336 Klenteng Boen San Bio menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang tempat ibadah ini dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Lebih dari sekadar peringatan hari jadi, acara ini mengingatkan pentingnya menjaga toleransi, keberagaman, dan harmoni di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Dalam pernyataannya, Christian Lois menegaskan bahwa perayaan ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keberagaman adalah aset berharga yang harus terus dirawat.
“Kota Tangerang adalah rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Kita harus terus menjaga keberagaman ini dengan saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Dengan demikian, kita bisa hidup berdampingan dengan damai dan membangun masyarakat yang lebih harmonis,” tutup Christian Lois.
Dengan sejarah yang panjang dan peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat, Klenteng Boen San Bio tetap menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai budaya dan keagamaan bisa berjalan berdampingan dalam harmoni.
Semoga di usia yang ke-336 ini, klenteng ini tetap menjadi tempat yang memberikan inspirasi, kedamaian, dan keberkahan bagi siapa saja yang datang mengunjunginya.
Rhm/is